Minggu, 02 Maret 2014

beda justru istimewa

gedung tua airbrush menjadi saksi bisu dan makhluk seisi gedung yang menyorotkan matanya tertuju pada aku dan yang menggandengku. bagaimana tidak aku menjadi pusat perhatian jelas saja aku yang berpenampilan beda, berkerudung hitam, memakai rok, dan jaket jeans. sedangkan orang-orang disana berpakaian sangar-sangar, banyak wanita yang memakai hotpants, yaa memang bukan salahku atau salah mereka dalam cara berpakaian mataku sudah terbiasa melihat hal yang semacam itu dalam acara musik underground seperti ini karena aku yang selalu menemani kekasihku saat manggung dalam acara-acara musik underground. entah kenapa saat kemarin aku menemani kekasihku semua mata tersorot pada kami mungkin karena cara berpakaianku, mungkin karena aku yang menemani salah satu pemain band itu, atau ini yang paling mungkin karena cara berjalanku yang sempoyongan. ya! karena kecelakaan motor kemarin kaki kiriku sakit dan membuatku susah untuk berjalan jadi aku harus menggunakan kaki kananku sebagai tumpuan badanku bukan hanya itu aku harus berjalan pelan-pelan dan sangat hati-hati bisa saja kakiku terinjak-injak. dia tak peduli dengan pakaian yang aku kenakan saat aku bertanya "kamu gak malu jalan sama aku? kan aku beda kerudungan sendiri, terus jalanku pincang, liaten a semua lo ngliatin terus, aku malu" dia menjawab pertanyaanku dan mendangakkan kepalanya karena aku duduk di kursi sedangkan dia jongkok di samping kursiku "lho kenapa malu? aku malah seneng kamu cantik banget, yang beda itu justru yang istimewa" benar saja itu bukan hanya sekedar kata-kata manis yang terucap tapi perlakuan manis darimu yang aku dapatkan, saat giliran bandnya yang tampil dia menggandengku menyebrangi sekerumunan orang menuju panggung. dia menggenggam tanganku erat dan tak pernah melepaskan genggamannya, dengan sabar dia menuntunku berjalan pelan-pelan. sesekali aku mendapati sorot matanya yang memang menggambarkan bahwa ia tak malu jalan bersamaku dan sesekali juga aku melihat sekelilingku yang melihat ke arah kami entah apa pendapat mereka aku tak mau tau. aku hanya melihat sosok kekasihku dengan gagah menuntunku aku hanya mendengar ucapan kecilnya "pelan-pelan aja sayang jalannnya di jaga kakinnya jangan sampai keinjek ya" terimakasih bebe, sayangku yang tak melepaskan genggaman tanganmu, yang tetap menggenggam erat yang tak malu dengan keadaanku, yang menganggap beda tapi istimewa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar