Selasa, 11 Februari 2014

tangisku untukmu saja bukan untuk sosok lain

kejadian setahun lalu tapi gak akan pernah bisa aku lupain sampai detik ini, walaupun sudah aku maafkan tapi gak akan mampu menghapus itu semua. 1 maret tanggal yang sangat penting bagiku, yang sudah lama aku rencanakan tanpa sepengetahuanmu, ada apa dengan 1 maret mengapa begitu aku tunggu? adalah hari dimana kamu ada di dunia ini dan aku ingin membuat sesuatu yang tak pernah kamu alami sebelumnya aku ingin hari itu adalah hari yang paling spesial bagimu yang akan kita lakukan bersama ahh itu hanyalah rencana yang belum pasti sesuai adanya seperti yang di harapkan. kamu adalah sosok lelaki idaman, perempuan mana yang tak ingin menggandeng seorang lelaki gingsul hitam manis multitalenta, bassis dan gitaris dari band yang cukup tersohor, pendiam yang jarang menggubris, perempuan mana yang tak penasaran dibalik kediamannya yang tak pernah mengumbar ke-bisaaannya. ku akui aku adalah perempuan yang beruntung memilikimu, yang kau gandeng di depan teman-temanmu, yang kau bawa dan kau perkenalkan di depan ayah,ibu dan adikmu. ah.. dan kadang aku sempat menyesal kenapa kau di takdirkan se-sempurna ini? karna sosokmu yang hampir sempurna ini mengundang banyak wanita yang ingin menghancurkan hubungan kita berawal dari fansmu (anggap saja dia babi) yang mengidolakan sosokmu awalnya aku tak menggubris saat ia mulai melayangkan pesan di dindingmu, ku diamkan saja "ah itu hanya pesan dinding biasa, percaya saja" itu yang selalu kamu katakan padaku. ingatkah saat kita bangun pagi-pagi tertawa bersama di car free day lalu kau mengajakku ke rumah salah satu temanmu tanpa di duga "si babi" mengirimkan direct message ke temanmu yang isinya "kenal amrizal? amrizal temanmu? aku suka sama dia tolong sampein ya ke dia" dan entah kenapa teman-temanmu menanggapi pesan dari dia katanya sih biar aku cemburu tapi gak harus dengan cara itu kan? hati perempuan mana yang tak sakit ketika tau seperti itu? selang beberapa menit dia mulai follow twitter kamu, mention kamu, retweet kamu ahh.. mulai dari sini aku mengencangkan ikat kepalaku! ku kirim pesan pada si babi gila itu dan sok sucinya dia pura-pura nggak tau dan janji gak bakal ganggu hubunganku okelah fine sudahi saja urusan dengan si babi itu. entah kenapa saat pelajaran di sekolah ada perasaan yang mengganjal ku buka twittermu dan benar saja si babi itu meminta nomermu dan bodohnya kamu memberi nomor handphonemu arghh apa kau tak ingat ini "percayalah aku, aku gak macam-macam cuma sayang kamu aja" , sudah ketahuan tapi mengelak dan entah karna aku terlalu percaya atau aku terlalu gampang kau bodohi aku meng-iya-kan setiap perkataanmu yang meyakinkanku. 3 bulan kita tetap bertahan setelah kejadian si babi gila itu dan selama itu pula aku menyisihkan uang saku, membawa bekal makanan dari rumah, itulah usahaku untuk menjalankan rencana 1 maret aku tak sabar membuatmu terkejut. jumat,1 maret 2013 tibalah saatnya hari yang aku nanti aku sibuk mencari kado sebuah kaos sederhana dan kue tart yang tak terlalu mewah di siang yang terik, diam-diam aku mampir ke tempat tongkronganmu meminta teman-temanmu untuk melancarkan aksiku. setelah semua rencana selesai aku mengunjungi rumahmu duduk di sebelahmu, sekedar iseng membuka inbox hp-mu ku temukan sms dari si babi gila itu ternyata selama 3 bulan ini selama aku berjuang untuk tanggal ini, ini yang aku terima? balasan smsmu yang menyamakan posisiku dengannya, sms yang tak biasa, penuh romantis dan sms kecupan dengan emoticon (:*) ini balasanmu? inikah yang pantas aku terima? pantaskah kamu mengelak? pantaskah kamu melayangkan gitar dan handphonemu di hadapanku? pantaskah kamu membentakku? disini aku korbannya tapi kau anggap aku tersangka aku tak ingin menangis di depanmu langsung saja dengan air mata yang mengalir ku kecup keningmu dan mengucapkan "terimakasih, selamat ulang tahun sayang" ku buka daun pintu rumahmu dan air mataku tak berhenti menetes. "apakah hanya karena ini hari yang aku tunggu, hari dimana aku ingin membahagiakanmu gagal seketika? aku tak mau apa yang ku perjuangkan sia-sia" ku suruh temanmu untuk datang, ku pasang senyum dan tawa di balik air mataku aku coba untuk "lupa" seketika. ku guyuri kamu dengan air sirup yang lengket, ku taburi tepung dan ku lempari telur lalu meniup lilin-lilin kecil di atas kue sederhana, kau kecup keningku, memelukku, dan menggendongku di depan teman-temanmu.
huuuh.. selesailah sudah apa yang aku inginkan, kamu tak tau kan setelah itu aku menangis di depan sahabatku karna kejadian siang tadi. esok hari ku teruskan membahas masalah si babi gila, ternyata kamu sempat mengunjungi sekolahnya menyapanya pagi hari di sekolahnya. tidakkah kamu tau aku menghampirimu pagi-pagi membawakanmu makanan yang masih hangat untuk sarapan dan nyatanya kamu makan di kantin sekolahnya bersama si babi itu. aku yang menemanimu latihan band aku yang ada di sampingmu dari siang sampai malam tapi jarimu sibuk memainkan handphone hanya untuk membalas pesan si babi gila itu. tidakkah sedikit saja terlintas di otakmu bahwa aku yang slalu ada di sampingmu yang slalu menemanimu, yang tidak lupa mengucapkan "selamat pagi", yang selalu mengingatkanmu makan agar lambungmu baik-baik saja, yang memegang tanganmu, memelukmu dari belakang saat kamu memboncengku, yang aku sapa lewat telfon sesaat sebelum kamu terlelap, yang kamu misscall tengah malam membangunkanku untuk menemanimu terjaga, tidakkah kamu ingat sosokku? mungkin semua yang aku berikan padamu terlalu mainstream karna jauh sebelum aku banyak wanita yang memperlakukanmu sama sepertiku, mungkin.. semenjak ku menangis tak henti di depanmu sampai mataku berkantung, nafasku ter-engah engah kamu mengucapkan maaf, berjanji tak akan seperti itu lagi blablabla kamu melepas kartu SIM handphonemu dan mematahkannya sampai hancur "aku gak akan bikin kamu sakit hati lagi sayang, aku menyesal be, percayalah aku tak akan mengulanginya lagi, aku ingin kamu jadi wanita yang slalu menemaniku" aku tak mampu membalas setiap ucapanmu, entahlah bibirku sudah tak mampu lagi berucap merasakan sakit yang bergejolak di hati ini. jangan sampai 1 maret yang akan datang ini seperti tahun lalu, aku ingin kita berdua saja yang melewati ini jangan sampai ada perempuan lain lagi, ku mohon padamu sayang aku harap itulah terakhir kali aku menangis karna perempuan lain cukuplah aku berdarah-darah karena wanita lain kamu boleh membuatku cemburu tapi tidak seperti itu kamu boleh membuatku menangis tapi bukan karena cabe-cabean atau si babi gila ingatlah sosokku yang tak pernah membalas perbuatan kejimu ingatlah sosokku yang selalu ada dalam gerak langkahmu ingatlah sosokku yang khawatir akanmu ingatlah sosokku yang menyeka keringatmu sehabis kau beraksi di atas panggung ingatlah sosokku yang menyelimutimu, menyuapimu, merawatmu kala jatuh sakit ingatlah sosokku yang tak meninggalkanmu saat susah bahkan aku selalu memelukmu, menyebut namamu setiap mataku akan terlelap hanya karenamu aku begini tuan, aku menyayangimu setulus hatiku, untukmu yang aku peluk dalam kerinduan.. amrizal fuadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar